📰 Breaking
Header Ad
Harga Pangan Naik! Plastik “Mencekik” Pedagang, Cuan Menipis Biaya Operasional Membengkak

Harga Pangan Naik! Plastik “Mencekik” Pedagang, Cuan Menipis Biaya Operasional Membengkak

• Penulis: mahmud yunus

Jakarta – Lonjakan harga plastik kemasan hingga 50 persen kini menjadi momok baru bagi pedagang dan pelaku UMKM sektor pangan. Kenaikan drastis ini memaksa banyak pedagang menanggung sendiri beban biaya operasional yang membengkak, sehingga keuntungan (cuan) mereka semakin menipis. Jika tidak segera diatasi, tekanan ini berpotensi mendorong kenaikan harga pangan di tingkat konsumen.

Kenaikan harga plastik terjadi sejak awal April 2026 akibat gangguan pasokan bahan baku utama (nafta) yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya eskalasi ketegangan Iran-AS-Israel yang mengganggu jalur Selat Hormuz. Akibatnya, harga kantong plastik yang biasa dipakai pedagang pasar tradisional melonjak tajam. Contohnya, kantong plastik ukuran sedang yang semula Rp10.000 per pack kini mencapai Rp15.000–Rp17.000.

Pedagang Menjerit: “Cuan Berkurang, Biaya Operasional Membengkak

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan keluhan pedagang di berbagai pasar tradisional.

Tadi awalnya Rp10.000, hari ini beban biayanya ditanggung oleh pedagang menjadi Rp15.000. Untuk saat ini siasatnya adalah keuntungannya yang mungkin tipis. Mungkin kecil keuntungannya, karena beban itu tadi, plastik,” ujar Reynaldi.

Banyak pedagang memilih menahan harga jual agar tidak membebani konsumen, meski itu berarti cuan mereka semakin tipis. Beberapa bahkan membatasi penggunaan plastik atau beralih ke alternatif, tapi tetap saja biaya operasional harian membengkak hingga puluhan ribu rupiah per hari.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sendiri sudah mewaspadai dampak lanjutan. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut pelaku usaha pangan melaporkan tambahan biaya kemasan plastik mencapai Rp350 per kilogram untuk beras dan Rp150 per kilogram untuk gula. Meski belum terlihat signifikan di tingkat konsumen, Bapanas terus memantau agar tidak memicu inflasi pangan lebih lanjut.

Potensi Harga Pangan Naik Jika Berlanjut

Para analis ekonomi memperingatkan bahwa jika kenaikan harga plastik berlangsung lama, efek domino ke harga pangan tidak terhindarkan. UMKM kuliner, pedagang sayur-mayur, sembako, hingga penjual makanan siap saji paling terdampak karena sangat bergantung pada kemasan plastik sekali pakai.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sedang berupaya mendiversifikasi impor bahan baku plastik ke negara alternatif seperti India dan Amerika Serikat untuk menekan lonjakan harga. Namun, hingga saat ini, tekanan masih dirasakan keras oleh pedagang kecil di lapangan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa gejolak global tidak hanya memengaruhi harga minyak, tapi juga menyentuh langsung ke kantong rakyat melalui rantai pasok kemasan sehari-hari. Pedagang berharap pemerintah segera turun tangan agar biaya operasional tidak terus “mencekik” usaha mereka dan harga pangan tetap terjangkau.