Khasiat Centella asiatica (Pegagan/Gotu Kola) untuk Terapi Insomnia
Jakarta-Centella asiatica, yang dikenal di Indonesia sebagai pegagan atau daun pegagan, adalah tanaman obat tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan Ayurveda, tradisional Cina, dan jamu Indonesia. Tanaman ini kaya akan triterpenoid saponin seperti asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, dan brahmoside, yang memberikan efek neuroprotektif, antioksidan, anti-inflamasi, serta anxiolytic (mengurangi kecemasan). Karena insomnia sering dipicu oleh stres, kecemasan, dan gangguan fungsi saraf, Centella asiatica berpotensi mendukung terapi insomnia secara tidak langsung melalui relaksasi dan perbaikan kualitas tidur.
Mekanisme Kerja terhadap Insomnia
Senyawa aktif dalam Centella asiatica dapat memengaruhi sistem saraf pusat dengan:
– Meningkatkan aktivitas GABA (neurotransmitter penenang).
– Mengurangi stres oksidatif dan inflamasi yang mengganggu tidur.
– Meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan mendukung kesehatan kognitif, yang sering terganggu pada penderita insomnia kronis.
– Efek sedative ringan dan anxiolytic yang membantu mengurangi latency tidur (waktu untuk tertidur) serta fragmentasi tidur.
Data Penelitian dari Lembaga Kesehatan Internasional yang Kredibel.
Bukti ilmiah semakin berkembang, meskipun sebagian besar masih berbasis studi praklinis (hewan) dan uji kecil pada manusia. Berikut ringkasan dari sumber kredibel seperti PubMed/PMC (NIH), bioRxiv, dan jurnal peer-reviewed:
– Review Farmakologi (2010, Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, PMC): Centella asiatica memiliki khasiat sedative, tranquilizer, dan intelligence-promoting. Efeknya terhadap depresi, kecemasan, dan gangguan tidur telah diuji pada hewan kecil, diduga terkait brahmoside dan brahminoside. Perbaikan favorable dilaporkan pada kondisi usia lanjut termasuk insomnia. Diperlukan uji klinis besar lebih lanjut.
– Studi pada Hewan Tua (2025, Sleep Advances, Oregon Health & Science University/VA Portland): Ekstrak air Centella asiatica (1000 mg/kg/hari selama 23 hari) pada tikus tua (18 bulan) meningkatkan durasi REM sleep pada jantan dan mengurangi jumlah arousal (terbangun) selama tidur pada betina. Ini menunjukkan perbaikan kualitas dan kuantitas tidur terkait usia, yang relevan dengan insomnia lansia.
– Studi Sleep Deprivation (2016, PubMed): Ekstrak Centella asiatica mengurangi perilaku cemas dan stres oksidatif pada tikus yang mengalami kurang tidur, mendukung potensi protektif terhadap efek insomnia.
– Studi Lain pada Model Hewan: Meningkatkan frekuensi inactive (tanda tidur) pada model zebrafish insomnia dan perbaikan perilaku cemas pasca sleep deprivation. In silico study menunjukkan interaksi dengan jalur MAPK/ERK yang berperan dalam regulasi tidur.
Selain itu, penelitian pada manusia menunjukkan bahwa Centella asiatica dapat meningkatkan mood, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kualitas tidur secara tidak langsung. Satu studi pada lansia yang mengonsumsi 750 miligram per hari selama dua bulan melaporkan peningkatan rasa tenang dan kewaspadaan yang lebih baik, yang turut mendukung pola tidur lebih nyenyak.
Terkait hal tersebut, ada produk herbal yang mengandung extrak cental asiatica, seperti Vita Brain.7
Menurut Founder VitaBrain, Miftah Hidayat, bahwa produk Vita Brain dapat memaksimalkan fungsi otak dan membantu meredakan insomnia dan gangguan kecemasan.

