Semen Merah Putih Hadir di INTERCEM ASIA 2026
Jakarta-Di tengah tekanan yang terus membayangi industri semen nasional dan global, Cemindo Gemilang (CMNT) melalui brand Semen Merah Putih menghadirkan pendekatan berbeda dengan menekankan pentingnya sistem bisnis terintegrasi berbasis sustainability yang tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga mendorong efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.
Pendekatan ini menjadi sorotan dalam partisipasi perusahaan di perhelatan INTERCEM
Asia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta hingga Kamis (16/4/2026). Forum ini bernilai
strategis karena mempertemukan pelaku industri semen global, mulai dari produsen, trader,
hingga investor.
Dalam konteks global, Semen Merah Putih juga terus memperluas jangkauan pasar
internasional melalui jaringan ekspor yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Oseania,
hingga Afrika dan Amerika. Didukung oleh unit bisnis trading Aastar, perusahaan
memperkuat distribusi global untuk produk semen dan klinker, baik dalam bentuk curah
maupun kemasan, dengan fleksibilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Para pemangku kepentingan industri semen sendiri saat ini sedang menghadapi tekanan
bisnis struktural yang signifikan. Tingkat utilisasi produksi nasional tercatat hanya sekitar
51% akibat kondisi overcapacity, sementara permintaan mengalami penurunan sekitar
2–2,5% pada 2025. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh perlambatan proyek infrastruktur dan dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Namun, di tengah situasi tersebut, Semen Merah Putih justru mencatatkan kinerja positif
dengan pertumbuhan sebesar 4,2% di wilayah operasional utamanya pada 2025. Capaian
ini mencerminkan relevansi model bisnis perusahaan yang berfokus pada efisiensi dan
integrasi sistem.
“Di tengah kondisi industri yang penuh tekanan, kami melihat bahwa kunci daya saing bukan hanya pada skala, tetapi pada seberapa efisien sistem yang kita bangun. Di Semen Merah Putih, sustainability bukan sekadar komitmen lingkungan, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing bisnis,” ujar Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk.
Mengubah Sustainability Menjadi Keunggulan Bisnis
Berbeda dari pendekatan konvensional yang memandang sustainability sebagai kewajiban,
Semen Merah Putih menempatkannya sebagai penggerak utama efisiensi. Perusahaan
mencatat penurunan intensitas karbon hingga sekitar 21% sejak 2016, yang berjalan seiring
dengan peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi.
Salah satu implementasi utama adalah penggunaan Waste Heat Recovery System (WHRS),
yang mampu menyuplai sekitar 24% kebutuhan energi dalam proses produksi klinker
sekaligus mengurangi emisi hingga sekitar 100.000 ton CO2. Selain itu, berbagai inisiatif
efisiensi energi telah berhasil menurunkan konsumsi listrik hingga sekitar 3 KWh per ton
klinker.
Pendekatan efisiensi ini tidak berhenti pada proses produksi, tetapi diperluas ke seluruh
rantai pasok. Melalui integrasi supply chain, termasuk penggunaan kendaraan listrik pada
operasional logistik, Semen Merah Putih mampu menekan emisi hingga sekitar 8.500 ton
CO2 per tahun. Optimalisasi infrastruktur distribusi, seperti pelabuhan dan jaringan logistik, juga turut meningkatkan kecepatan dan fleksibilitas distribusi.
Dari sisi produk, perusahaan juga terus memperkuat portofolio semen rendah karbon. Saat
ini, sekitar 81% produk Semen Merah Putih merupakan non-OPC (Ordinary Portland
Cement), lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 71%.
Produk-produk inovatif seperti hydraulic cement bahkan mencatat pertumbuhan signifikan
hingga 636,5% pada 2025, menunjukkan tingginya permintaan terhadap solusi konstruksi
yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Seluruh produk Semen Merah Putih juga telah tersertifikasi Green Label dari Green Product
Council Indonesia (GBCI), dengan sebagian besar berada pada level platinum. Selain itu,
perusahaan juga memperoleh pengakuan dari World Cement Association atas komitmennya
dalam aksi iklim, serta penghargaan Sustainable Construction Material Award dalam ajang
ARCH:ID 2025.
Secara kapasitas, Semen Merah Putih memiliki total kapasitas produksi mencapai sekitar
11,4 juta ton semen dan 7 juta ton klinker per tahun di Indonesia, serta tambahan kapasitas
di Vietnam sebesar 5 juta ton semen dan 3,2 juta ton klinker. Skala ini memperkuat posisi
perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan
ekspor.
Melalui unit bisnis trading Aastar, perusahaan juga melihat peluang yang semakin besar di
pasar internasional, khususnya untuk klinker dan semen. Permintaan global kini tidak hanya mempertimbangkan harga dan volume, tetapi juga aspek keberlanjutan, keandalan pasokan, dan efisiensi rantai distribusi.
“Melalui Aastar sebagai unit trading, kami melihat permintaan global semakin mengarah
pada produk yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga memiliki profil
keberlanjutan yang jelas. Hal ini membuka peluang ekspor yang semakin luas bagi produk
klinker dan semen dari Indonesia,” ujar Samar Gurung, Head of Trading dari Aastar
Trading salah satu anak usaha Cemindo yang berfokus di ekspor klinker dan semen.
Ia menambahkan bahwa sistem supply chain yang terintegrasi memungkinkan perusahaan
untuk merespons kebutuhan pasar secara lebih fleksibel, baik untuk pasar domestik maupun internasional.
“Dengan sistem yang terintegrasi, kami dapat menghadirkan solusi yang lebih responsif dan
efisien, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” lanjutnya.
Ke depan, Semen Merah Putih menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat dari
pertumbuhan pasar pada 2026, dengan terus memperkuat inovasi berbasis sustainability
serta memperluas peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional dan pasar
regional2.
Partisipasi dalam INTERCEM menjadi momentum bagi perusahaan untuk menegaskan
bahwa di tengah industri yang semakin kompetitif, keberlanjutan tidak lagi sekadar
diferensiasi, melainkan bagian dari sistem terintegrasi yang mampu mendorong efisiensi,
keandalan pasokan, dan kinerja bisnis secara berkelanjutan.
