Advertisement
Win&Co Group Bidik Vietnam Lewat Akuisisi Momogi Group, COCO Perkuat Posisi di Pasar FMCG Asia Tenggara

Win&Co Group Bidik Vietnam Lewat Akuisisi Momogi Group, COCO Perkuat Posisi di Pasar FMCG Asia Tenggara

mynewsindonesia 15 Juli 2026 • Penulis: mahmud yunus

JAKARTA – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) atau Win&Co Group mempercepat transformasi bisnisnya menjadi pemain regional di industri makanan dan minuman melalui rencana akuisisi PT Sari Murni Abadi (Momogi Group). Langkah korporasi ini tidak hanya memperluas portofolio produk perseroan, tetapi juga membuka jalan bagi penetrasi yang lebih agresif ke pasar Vietnam melalui Bibica Corporation, salah satu produsen confectionery terbesar di negara tersebut.

Akuisisi tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) untuk pengambilalihan hingga 99,99% saham Momogi Group. Transaksi akan efektif setelah seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) dipenuhi para pihak.

Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, mengatakan aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperluas bisnis di sektor food and ingredients sekaligus memperkuat kehadiran di dua pasar konsumen terbesar dan bertumbuh paling cepat di Asia Tenggara.

“Kami melihat adanya potensi sinergi yang besar dari sisi pengembangan produk, distribusi, hingga perluasan pasar. Melalui transaksi ini, Win&Co Group juga akan memperluas bisnis Perseroan menjadi food and ingredients dengan akses ke dua pasar dengan pertumbuhan konsumsi tercepat di Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Vietnam,” ujar Sugianto dalam keterangan resmi.

Vietnam Menjadi Pintu Gerbang Ekspansi Regional

Berbeda dari ekspansi konvensional yang harus membangun jaringan distribusi dari awal, Win&Co memilih jalur akuisisi sebagai strategi mempercepat penetrasi pasar.

Melalui Momogi Group, perseroan memperoleh akses terhadap Bibica Corporation yang telah lama dikenal sebagai salah satu produsen makanan ringan dan produk confectionery terkemuka di Vietnam. Kehadiran Bibica dinilai memberikan fondasi yang kuat bagi COCO untuk memperluas distribusi produk sekaligus mengembangkan inovasi produk sesuai karakteristik konsumen Vietnam.

Strategi ini sekaligus mempertegas arah transformasi Win&Co Group dari perusahaan yang identik dengan bisnis kakao dan cokelat premium menjadi grup FMCG yang memiliki portofolio lebih luas, mencakup makanan ringan, biskuit, wafer, confectionery, hingga bahan baku pangan (food ingredients).

Sinergi Brand dan Rantai Pasok

Selain memperluas jangkauan pasar, akuisisi diharapkan menghasilkan efisiensi operasional melalui integrasi rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, logistik hingga distribusi regional.

Manajemen meyakini kombinasi kekuatan merek Win&Co di segmen cokelat premium dengan portofolio produk Momogi dan Bibica akan menciptakan nilai tambah yang signifikan di pasar Asia Tenggara.

Direktur Momogi Group, Servin Njoo, menyambut positif aksi korporasi tersebut dan menilai sinergi kedua perusahaan akan mempercepat pertumbuhan bisnis.

“Dengan bergabungnya kekuatan brand dan jaringan yang dimiliki masing-masing pihak, kami optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan ke depan,” kata Servin Njoo.

Diversifikasi untuk Mendorong Pertumbuhan

Bagi COCO, akuisisi ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha di tengah meningkatnya persaingan industri makanan dan minuman. Selama ini perseroan dikenal sebagai produsen cokelat premium, namun mulai memperluas fokus ke sektor FMCG yang memiliki basis konsumen lebih luas dan pertumbuhan permintaan yang relatif stabil.

Ekspansi ke Vietnam juga memberikan peluang bagi perseroan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar domestik sekaligus memanfaatkan pertumbuhan konsumsi kelas menengah di kawasan Asia Tenggara. Dengan populasi gabungan Indonesia dan Vietnam yang mencapai lebih dari 370 juta jiwa, kedua negara dinilai menjadi pasar strategis bagi produk makanan olahan dan confectionery.

Dari perspektif pasar modal, langkah akuisisi Momogi Group memperlihatkan strategi pertumbuhan anorganik yang mulai ditempuh COCO setelah sebelumnya menyatakan akan memperluas bisnis ke kategori noncokelat melalui kombinasi ekspansi organik dan akuisisi. Keberhasilan integrasi bisnis nantinya akan menjadi faktor utama dalam menentukan kemampuan perseroan meningkatkan skala usaha, memperkuat daya saing regional, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan pendapatan baru dalam beberapa tahun mendatang.