Menteri P2MI Pastikan Indonesia-German Tandatangani Global Skills Partnership di Bidang Keperawatan.
Jakarta-Pemerintah Indonesia terus memperluas akses pasar kerja internasional sekaligus memperkuat perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia melalui penguatan kerja sama bilateral dengan negara-negara mitra strategis.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan kerja sama dengan Jerman yang ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) terkait Global Skills Partnership di bidang keperawatan.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan kenegaraan dengan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Pertemuan bilateral tersebut membahas penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Dalam kesempatan itu, Indonesia dan Jerman resmi menyepakati kerja sama Global Skills Partnership yang berfokus pada pengembangan tenaga keperawatan. “Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi penempatan Pekerja Migran Indonesia sektor formal di Eropa,” ujar Mukhtarudin melalui keterangan pers yang diterima pada Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, kerja sama tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem penempatan tenaga kerja yang lebih berkualitas. Melalui skema itu, tenaga kesehatan Indonesia akan memperoleh pelatihan berstandar internasional sebelum diberangkatkan ke Jerman. “Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk memastikan talenta keperawatan kita tidak hanya mendapatkan peluang kerja yang luas di luar negeri, tetapi juga jaminan bahwa mereka bekerja melalui jalur yang aman, legal, transparan, dan berkualitas,” kata Menteri P2MI.
Selain sektor keperawatan, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan kompetensi tenaga kerja Indonesia di sektor-sektor masa depan, seperti teknologi tinggi, digitalisasi, dan industri hijau.
Pemerintah Indonesia dan Jerman sepakat menjajaki program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) guna menyesuaikan kompetensi tenaga kerja Indonesia dengan kebutuhan industri global.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing pekerja Indonesia di pasar internasional, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan dan teknologi ketika mereka kembali ke Tanah Air.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama di bidang keperawatan yang dinilai menjadi peluang besar bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk berkiprah di tingkat global. “Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan,” ujar Prabowo.
Ia juga mendorong perluasan kerja sama ke sektor teknologi tinggi yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus. “Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi (high-tech),” tukas Presiden.
Untuk itu, Mukhtarudin menilai kerja sama tersebut bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jerman, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui akses yang lebih luas ke sektor teknologi dan industri modern, generasi muda Indonesia diharapkan dapat menyerap pengetahuan, etos kerja, serta inovasi dari salah satu negara industri terkemuka di dunia.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen tidak hanya membuka peluang kerja di luar negeri, tetapi juga memastikan perlindungan dan peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja Indonesia. “Peluang kerja dunia kini terbuka sangat lebar, salah satunya ke Jerman. Kami meminta masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan terus meningkatkan kompetensi diri. Pastikan untuk selalu menggunakan jalur resmi dan prosedural demi keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan selama bekerja di negara penempatan,” pungkas Menteri P2MI.

