KRL ASRI 27 LAHIRKAN LOKA BUMI, BRAND UMKM BERBASIS POTENSI WARGA
BOGOR — Bermula dari gerakan masyarakat di lingkungan RW 27, Gunung Putri, Bogor, KRL Asri 27 mengambil langkah baru dengan mengembangkan potensi warga menjadi produk bernilai ekonomi melalui UMKM Asri 27 dan brand Loka Bumi.
KRL Asri 27 yang berdiri sejak 2019 telah mengembangkan berbagai kegiatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Di dalamnya terdapat beberapa divisi, antara lain Kelompok Wanita Tani (KWT), Hidroponik, Bank Sampah dan Daur Ulang.
Kini, berbagai potensi tersebut disinergikan melalui UMKM Asri 27 dan hadir dalam satu brand, Loka Bumi.
Loka Bumi resmi diluncurkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Balai RW 27, Desa Tanjung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, sebagai langkah untuk membawa kreativitas masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi.
Ketua KRL Asri 27, Damidi, mengatakan bahwa pengembangan UMKM menjadi bagian dari upaya membawa KRL Asri 27 naik kelas.
“Saatnya KRL Asri 27 naik kelas dengan UMKM-nya dan diharapkan bisa memberikan dampak nilai ekonomis kepada para pengurus dan warga setempat,” ujar Damidi.»
Produk Loka Bumi merupakan produk turunan hasil tani dan potensi lingkungan yang diolah menjadi berbagai produk kreatif, mulai dari produk kering turunan tanaman herbal TOGA yang diproses menggunakan dehidrator, minuman fermentasi, juice sayur, aneka keripik hingga makanan frozen.
Ketua UMKM Asri 27 sekaligus penggagas konsep Loka Bumi, Dwi Kartika Fitri, mengatakan Loka Bumi tidak hanya dibangun sebagai kumpulan produk, tetapi sebagai sebuah ekosistem.
“Kami ingin menghubungkan hasil tani, pengolahan, inovasi, kualitas produk, branding hingga pemasaran. Kami memulai dari lingkungan sendiri, tetapi memiliki visi agar produk Loka Bumi dapat berkembang dan dikenal hingga pasar nasional,” ujar Dwi Kartika.
Ketua KWT Asri 27, Ibu Jumini, menambahkan bahwa hasil tani sederhana dapat memiliki nilai tambah apabila diolah dan dikemas dengan tepat.
“Bahan yang sederhana bukan berarti nilainya sederhana. Dengan pengolahan, inovasi dan branding yang tepat, hasil tani bisa menjadi produk yang lebih menarik, bernilai jual dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujar Jumini.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Muji Lestari, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.
Muji mengapresiasi upaya KRL Asri 27 dalam menggalakkan kegiatan berkebun, mengolah hasil tanaman sayur menjadi produk bernilai jual serta mengintegrasikan berbagai kegiatan dalam brand Loka Bumi yang tetap kental dengan nuansa lingkungan.
Ketua RW 27, Udin Wahyudin, turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas masyarakat, khususnya para ibu yang terus mengembangkan potensi lingkungan menjadi kegiatan produktif.
Pengembangan Loka Bumi juga mendapat dukungan sarana melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB).
Loka Bumi terbuka untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kualitas produk, branding, pemasaran dan memperluas akses pasar.
Dari RW 27, tumbuh dari karya masyarakat, menuju Indonesia.
🌐 www.lokabumi.com
📱 Instagram: @lokabumi_id






