Advertisement
FPI Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo, Massa Bawa Isu Palestina, Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

FPI Tolak Konser Andrea Bocelli di JIExpo, Massa Bawa Isu Palestina, Ribuan Personel Gabungan Disiagakan

mynewsindonesia 3 November 2026 • Penulis: mahmud yunus

JAKARTA – Penyelenggaraan konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026), diwarnai aksi penolakan dari sejumlah elemen masyarakat, termasuk Front Persaudaraan Islam (FPI).

Aksi penolakan tersebut dilatarbelakangi persoalan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Massa menilai rekam jejak Andrea Bocelli terkait kegiatan penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) menjadi alasan untuk mempertanyakan kelayakan konser tersebut diselenggarakan di Indonesia.

Sebelumnya, FPI DKI Jakarta telah menggelar aksi di kawasan JIExpo pada 31 Oktober 2026. Massa meminta pengelola memperhatikan aspirasi masyarakat dan menurunkan materi promosi konser.

Dalam aksi tersebut, spanduk promosi Andrea Bocelli di salah satu pintu masuk JIExpo akhirnya diturunkan setelah adanya permintaan massa.

Penolakan kembali menguat pada Selasa (3/11). Ratusan massa dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), FPI, dan elemen pendukung Palestina menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, menjelang konser yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB di JIExpo.

Pembina GPCI, Bachtiar Nasir, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keberatan terhadap penyelenggaraan konser yang dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada kemerdekaan Palestina.

“Karena sampai hari ini, kami tidak mendengarkan satu patah kata pun bahwa dia (Andrea Bocelli) berpihak pada kemerdekaan Palestina. Tidak ada keberpihakan kepada rakyat Gaza,” kata Bachtiar.

Ia juga mempertanyakan narasi kemanusiaan yang dibawa dalam konser tersebut. Menurutnya, pesan kemanusiaan seharusnya disertai sikap nyata terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Sementara itu, Ketua Umum DPP FPI Habib Muhammad Alatas sebelumnya menegaskan bahwa penolakan organisasinya bukan karena menentang pertunjukan musik, melainkan karena persoalan yang mereka kaitkan dengan dukungan Bocelli terhadap IDF.

“Kami pahami bahwa penolakan kita bukan soal konser musik. Penolakan kita murni bahwa Bocelli ini fix memberikan bantuan ke IDF,” ujar Habib Muhammad Alatas dalam audiensi bersama MUI dan elemen masyarakat sipil.

Di sisi pengamanan, sebanyak 2.411 personel gabungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah dikerahkan untuk mengantisipasi aksi demonstrasi dan menjaga keamanan di sekitar JIExpo Kemayoran.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi membenarkan adanya rencana aksi unjuk rasa dan kesiapan pengamanan gabungan tersebut.

“Benar, informasinya demikian akan ada giat unjuk rasa. Pengamanan gabungan TNI, Polri, dan Pemda 2.411 personel yang diturunkan,” ujar Akhmadi.

Kepolisian mengimbau massa agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. Masyarakat yang melintas di kawasan Kemayoran juga diingatkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Di tengah polemik dan aksi penolakan tersebut, promotor Shoemaker Live tetap memastikan konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour berlangsung sesuai jadwal.

Polemik ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan konser internasional tidak hanya bersinggungan dengan aspek hiburan dan ekonomi kreatif, tetapi juga dapat menjadi ruang perdebatan mengenai solidaritas kemanusiaan dan sikap Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.