Advertisement
Dino Patti Djalal Kritik Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Istana Buka Suara

Dino Patti Djalal Kritik Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Istana Buka Suara

mynewsindonesia 1 Juni 2026 • Penulis: Anwar

Mynewsindonesia.com, Jakarta – Istana Kepresidenan melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, merespons kritik yang dilayangkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Kritik tersebut menyoroti tingginya frekuensi perjalanan dinas luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Qodari menyatakan bahwa pemerintah menyambut baik setiap kritik dan masukan yang datang dari masyarakat maupun tokoh publik, termasuk yang disampaikan melalui media sosial. “Kita terima kasih atas masukan dan saran ya, apalagi memang kalau relevan,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, (31/05/2026).

Meskipun demikian, Istana menegaskan bahwa setiap agenda lawatan internasional Kepala Negara selalu didasarkan pada kalkulasi strategi yang matang dan berorientasi pada kepentingan nasional. “Pasti asas manfaat menjadi suatu yang utama bagi Presiden dalam mengambil langkah-langkah, termasuk soal ke luar negeri. Manfaat itu dalam pengertian untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Klarifikasi Rumor Agenda ke Italia

Dalam kesempatan tersebut, Qodari meluruskan spekulasi yang beredar mengenai kunjungan kerja Prabowo ke Paris, Prancis, pada 26–29 Mei 2026. Ia membantah kabar yang menyebutkan adanya pembatalan sepihak atau ketidakpastian agenda Presiden ke Italia.

Menurut Qodari, sejak awal dokumen resmi pemerintah hanya menjadwalkan kunjungan tunggal ke Prancis. “Sejak awal, tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis. Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah,” tutur Qodari.

Istana juga menepis anggapan bahwa pertemuan Prabowo dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron diatur secara mendadak. Agenda diplomasi ini diklaim sudah direncanakan sejak jauh hari dan telah dipublikasikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono pada 22 April 2026. Lawatan ini sekaligus menjadi kunjungan balasan atas kedatangan Macron ke Indonesia pada tahun 2025 lalu.

Bahas Alutsista hingga Kerja Sama Pendidikan STEM

Lebih lanjut, Istana membeberkan dua agenda strategis yang menjadi prioritas utama dalam pertemuan bilateral di Paris tersebut:

  1. Sektor Pertahanan: Menindaklanjuti pengadaan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dibeli Indonesia dari Prancis. Fokus utama pemerintah dalam poin ini adalah memastikan realisasi transfer teknologi (transfer of technology) demi penguasaan alutsista secara mandiri oleh teknisi dalam negeri.
  2. Sektor Pendidikan: Penguatan kolaborasi akademik jangka panjang, khususnya pada pengembangan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia.

Di luar urusan formal, Qodari menilai kedekatan personal atau chemistry antara Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron merupakan aset diplomasi yang bernilai tinggi. Istana mengklaim gaya komunikasi politik Prabowo menjadi modal sosial yang mempermudah posisi tawar Indonesia di kancah global.

“Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik. Mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar, adidaya,” kata Qodari. Ia merujuk pada relasi personal Prabowo yang juga terjalin baik dengan pemimpin dunia lainnya seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga Presiden Tiongkok Xi Jinping.