Advertisement
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur

Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur

mynewsindonesia 11 Juni 2026 • Penulis: mahmud yunus

Kediri-Garis pantai selatan Jawa Timur selama ini menyimpan banyak lanskap yang belum banyak dijamah wisatawan. Tebing karang, ombak Samudra Hindia, hamparan pasir putih, hingga pantai-pantai yang tersembunyi menjadi daya tarik yang membuat kawasan selatan memiliki pengalaman wisata yang berbeda dibanding destinasi populer lainnya.

Salah satu wilayah yang mulai banyak dilirik adalah Trenggalek. Kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini memiliki deretan pantai dengan karakter yang beragam—mulai dari Pantai Prigi yang ramai dan mudah dijangkau, Pantai Mutiara dengan suasana tenang, hingga Pantai Pelang yang memadukan panorama laut dengan air terjun alami di sekitarnya.

Bagi banyak wisatawan, Trenggalek menawarkan pengalaman menikmati pantai yang terasa lebih alami dan tidak terlalu padat. Perjalanan menuju kawasan ini bukan hanya soal mencari destinasi wisata, tetapi juga menikmati suasana selatan Jawa yang masih tenang dan dekat dengan alam.

Kini, perjalanan menuju kawasan wisata selatan Jawa Timur juga mulai terasa lebih mudah. Jika sebelumnya wisatawan dari area Jabodetabek harus menempuh perjalanan darat selama 12 jam untuk menikmati keindahan pantai selatan Jawa Timur, sekarang tak perlu khawatir lagi karena hadirnya Dhoho International Airport di Kediri membuka akses baru yang lebih praktis menuju berbagai destinasi di kawasan Selingkar Wilis dan pesisir selatan Jawa Timur.

Dengan waktu tempuh penerbangan sekitar 1,5 jam, wisatawan kini sudah dapat tiba di Kediri dan melanjutkan perjalanan darat menuju berbagai destinasi wisata di kawasan selatan Jawa Timur. Perjalanan ini juga semakin didukung dengan berkembangnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang perlahan memperkuat konektivitas antar wilayah pesisir selatan. Tidak hanya mempermudah akses, JLS kini juga mulai dikenal sebagai salah satu rute wisata baru di Jawa Timur berkat panorama perjalanan yang membentang di sepanjang garis pantai selatan.

Untuk semakin memudahkan wisatawan melanjutkan perjalanan menuju Trenggalek, tersedia layanan shuttle gratis yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Dhoho menuju pusat kota Trenggalek. Layanan menggunakan armada Hiace ini beroperasi setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, dengan titik akhir di kawasan Pasar Pon Trenggalek.

Tentunya tak usah khawatir, karena penumpang dapat meminta turun di titik mana pun selama masih berada dalam jalur perjalanan menuju Trenggalek. Hadirnya shuttle ini tentunya membuat perjalanan menjadi lebih fleksibel dan nyaman bagi wisatawan.

Layanan ini dapat dinikmati secara gratis oleh penumpang maskapai Super Air Jet. Cukup dengan menunjukkan tiket atau boarding pass penerbangan, wisatawan sudah dapat memanfaatkan fasilitas transportasi tersebut tanpa biaya tambahan.

Inisiatif dukungan layanan ini datang langsung dari Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah. “Karena konsepnya begini, kalau daerah yang paling jauh dari bandara itu tidak ter-develop, baik jaringan transportasinya, maupun destinasinya maka memungkinkan Bandara Internasional Dhoho tidak akan ramai,” ucap Bupati yang akrab disapa mas Ipin tersebut.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek melihat keberadaan Bandara Dhoho sebagai peluang besar untuk membuka akses wisatawan dari berbagai kota di Indonesia menuju kawasan selatan Jawa Timur. Karena itu, selain mendorong pengembangan destinasi wisata, pemerintah daerah juga aktif memperkuat konektivitas dari dan menuju bandara.

Bagi wisatawan yang memiliki tujuan di luar koridor shuttle atau membutuhkan fleksibilitas perjalanan yang lebih tinggi, tersedia pula berbagai pilihan transportasi lanjutan dari area bandara maupun kota Kediri. Selain layanan transportasi daring seperti Gocar dan Maxim yang telah menjangkau wilayah sekitar, sejumlah operator transportasi lokal juga melayani perjalanan menuju berbagai kota di kawasan Mataraman dan selatan Jawa Timur. Kehadiran berbagai opsi transportasi ini memberikan alternatif bagi wisatawan untuk menyesuaikan perjalanan sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing.

Dari Kediri menuju Tulungagung, hingga Trenggalek, pengunjung bisa mengunjungi Pantai Gemah, Pantai Prigi, Pantai Karanggongso, Pantai Mutiara, hingga Pantai Damas. Suguhan panorama perjalanan yang menarik di sepanjang pesisir selatan menjadi kelebihan yang dijual dari jalur ini.
Bagi banyak wisatawan, kombinasi antara akses udara, shuttle antarkota, dan konektivitas Jalur Lintas Selatan membuat perjalanan menuju kota-kota selatan Jawa Timur tidak lagi terasa serumit dulu.
“Biasanya kalau mau ke Trenggalek harus turun dulu di kota lain, lanjut perjalanan darat lagi cukup lama. Sekarang rasanya lebih simpel karena sudah ada penerbangan ke Kediri dan lanjut shuttle,” ujar Nadia (29), wisatawan asal Jakarta yang baru pertama kali berkunjung ke Trenggalek melalui jalur udara.
Menurutnya, akses yang lebih mudah membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan memungkinkan wisatawan memiliki waktu lebih banyak untuk menikmati destinasi.
“Dulu rasanya perjalanan ke sini harus benar-benar direncanakan jauh hari karena waktunya panjang. Sekarang jadi lebih memungkinkan bahkan untuk short trip,” tambahnya.
Kehadiran konektivitas baru ini dinilai menjadi peluang besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan selatan Jawa Timur, khususnya Trenggalek dan Tulungagung yang selama ini dikenal memiliki banyak potensi wisata alam namun aksesnya relatif terbatas.
Trenggalek sendiri memiliki berbagai destinasi wisata yang mulai dikenal wisatawan, mulai dari deretan pantai selatan seperti Pantai Prigi, Pantai Mutiara, Pantai Kuyon, hingga Pantai Pelang yang terkenal dengan perpaduan pantai dan air terjunnya. Selain wisata pesisir, kawasan ini juga memiliki potensi wisata alam pegunungan, gua, hingga desa wisata yang masih asri.
Sementara itu, Tulungagung dikenal dengan pantai-pantai bertebing khas selatan Jawa yang memiliki panorama laut lepas, serta wisata budaya dan kuliner lokal yang mulai berkembang.
Dengan konektivitas yang semakin baik, wisatawan kini tidak hanya datang untuk singgah singkat, tetapi juga mulai menjadikan kawasan selatan Jawa Timur sebagai alternatif destinasi liburan yang lebih tenang dan dekat dengan alam.
Tidak hanya berdampak bagi wisatawan, kehadiran akses transportasi yang lebih terintegrasi juga mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Pelaku UMKM, penginapan, kuliner, hingga operator wisata kini memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas seiring meningkatnya mobilitas pengunjung.
Hadirnya Dhoho International Airport juga memperkuat posisi Kediri sebagai salah satu titik konektivitas baru di Jawa Timur. Setelah sebelumnya akses penerbangan lebih terkonsentrasi di wilayah timur dan utara Jawa Timur, kini kawasan barat dan selatan mulai memiliki akses yang lebih terhubung.
Bagi wisatawan, perubahan ini membuat perjalanan menuju selatan Jawa Timur tidak lagi terasa serumit dulu. Kini, perjalanan menikmati pantai, pegunungan, dan suasana tenang khas Trenggalek dan Tulungagung bisa dimulai sejak mendarat di Dhoho International Airport.