Hadiri Peluncuran Buku Tumpeng Indonesia, Menteri Kebudayaan Tekankan Pemajuan Budaya Gastronomi Indonesia
MYNEWSINDONESIA.COM-
Hadiri Peluncuran Buku Tumpeng Indonesia, Menteri Kebudayaan Tekankan Pemajuan Budaya Gastronomi Indonesia
Jakarta, 15 Januari 2026 – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadiri peluncuran buku “Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa” yang disusun oleh Indonesia Gastronomy Community (IGC). Bertempat di Kembang Goela Restaurant, Jakarta, hadirnya buku ini menjadi jembatan diplomasi kuliner serta memperkaya khazanah gastronomi Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tumpeng merupakan identitas suatu acara, baik bersifat formal maupun nonformal. “Kita semua menjadikan tumpeng sebagai salah satu bagian dari hampir semua seremoni, baik ulang tahun, anniversary, bahkan pembukaan acara,” jelas Menbud Fadli.
Menbud juga menambahkan bahwa tumpeng merupakan warisan budaya. “Kita ketahui bahwa ini adalah satu ekspresi budaya yang sudah panjang. Menurut catatan, pada masa Hindu-Buddha sudah ada, mungkin sebelumnya juga sudah ada, dan kemudian diadaptasi ketika masuknya Islam, juga Wali Islam menggunakan ini. Sampai sekarang tradisi itu masih berlanjut. Ini adalah sebuah living tradition yang sudah cukup panjang.”
Ketua Umum Indonesia Gastronomy Community, Ria Musiawan, menyampaikan bahwa tumpeng bukan hanya diartikan sebagai sajian, tetapi juga sebagai warisan nilai dan identitas bangsa.
“Buku ini adalah kebahagiaan kami. Karena di dalamnya tumpeng tidak hanya dipahami sebagai sajian, tetapi sebagai warisan nilai dan identitas bangsa. Tumpeng hadir dalam berbagai tradisi nusantara dan sebagai simbol syukur kesejahteraan dan kebersamaan. Nilai-nilai yang sesungguhnya adalah jantung dari Indonesia,” ujarnya.
Ria menambahkan, “Karena itu kami memakai tumpeng sebagai salah satu ikon daerah Indonesia yang paling kuat, paling inklusif, dan paling ekologis. Buku ini mencerminkan jati diri Indonesia menghubungkan pengetahuan, keberlanjutan, dan diplomasi. Ia lahir dari kerja kolektif para akademisi, praktisi, budayawan yang bekerja secara sukarela demi satu tujuan menjaga dan memajukan gastronomi Indonesia.”
Pada kesempatan ini pula, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati, menyampaikan bahwa buku Tumpeng Indonesia sangat bermanfaat ke depannya sebagai media promosi. “Saat ini kita memiliki 132 perwakilan Republik Indonesia, sehingga buku Tumpeng Indonesia nantinya akan sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai referensi kuliner, tetapi juga sebagai sarana penguatan narasi identitas dan makna filosofis tumpeng itu sendiri, yang dapat menjadi bahan promosi oleh perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.”
Tahun 2025 Kementerian Kebudayaan telah menetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia, 20 persen diantaranya merupakan kuliner lokal. Secara keseluruhan, Kementerian Kebudayaan telah menetapkan 2.727 Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan UNESCO telah menginskripsi 16 Intangible Cultural Heritage. Pada tahun ini Tempe tengah diusulkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Martini; Asisten Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara III Kementerian Pariwisata, R. Wisnu Sindhutrisno; dan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati. Hadir pula mewakili jajaran Kementerian Kebudayaan yakni Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan, Sjamsul Hadi.
Mengakhiri sambutannya, Menbud mengapresiasi IGC yang telah berkontribusi dalam memajukan budaya Indonesia, khususnya di bidang gastronomi. “Saya ucapkan selamat kepada Indonesian Gastronomy Community yang telah berkontribusi dalam memajukan budaya Indonesia khususnya di bidang gastronomi dan sekarang telah meluncurkan buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa,” tutup Menteri Fadli.
