📰 Breaking
Pemkab Donggala Tetapkan Tanggap Darurat Banjir di Enam Kecamatan

Pemkab Donggala Tetapkan Tanggap Darurat Banjir di Enam Kecamatan

14 Januari 2026 • Penulis: mahmud yunus

MYNEWSINDONESIA.COM-Banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Minggu (11/1/2026) siang.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah hanyut, satu jembatan roboh, serta akses jalan terputus sehingga warga terpaksa mengungsi secara mandiri. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Banjir dilaporkan berdampak di beberapa kecamatan, di antaranya Banawa Tengah dan Rio Pakava. Di Kecamatan Banawa Tengah, sebanyak 10 rumah warga terdampak dan akses Jalan Trans Sulawesi terganggu. Sementara di Kecamatan Rio Pakava, banjir menggenangi jalan poros Desa Lalundu dan menghambat aktivitas masyarakat.

Selain itu, banjir juga melanda 11 desa lainnya, meliputi Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo di Kecamatan Tanantovea; Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari di Kecamatan Sindue; serta Desa Labuan Toposo Dusun Sisere di Kecamatan Labuan.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di enam kecamatan, yakni Tanantovea, Labuan, Sindue, Rio Pakava, Banawa Tengah, dan Banawa. Status tanggap darurat ditetapkan berlaku mulai 12 hingga 18 Januari 2026.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan agar penanganan dan pemulihan dampak bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terkoordinasi, dan tanpa hambatan administratif.

“Status tanggap darurat kami tetapkan agar seluruh lintas sektor bisa bergerak cepat dalam penanganan dan pemulihan dampak bencana,” kata Vera saat ditemui awak media di Desa Wani, Senin (12/1/2026).

Ia memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat, khususnya di wilayah yang masih terisolasi akibat longsor dan jembatan putus.

Menurut Vera, dua wilayah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah adalah Dusun Sisere di Desa Labuan Toposo dan wilayah Labuan Lumbubaka, karena hingga kini akses masih terputus total akibat jembatan ambruk diterjang banjir.

Pemkab Donggala menyiapkan pembangunan jembatan darurat di Desa Labuan Kungguma menggunakan batang kayu kelapa sepanjang sekitar 25 meter guna memulihkan mobilitas warga, mengingat ketersediaan jembatan Bailey di tingkat provinsi belum tersedia.